DengarBain
Hadis 12 : Meninggalkan Hal yang Tidak Bermanfaat
عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مِنْ حُسْنِ إِسْلَامِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لَا يَعْنِيْهِ».حَدِيْثٌ حَسَنٌ، رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ وَغَيْرُهُ هَكَذَا.
Terjemahan Hadis
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Di antara tanda baiknya keislaman seseorang adalah ia meninggalkan apa yang tidak bermanfaat baginya."
Perawi Utama
Abu Hurairah
Sumber & Kualitas
HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah (Hasan)
Urgensi & Faedah Hadis
Menjaga waktu dan tenaga. Waktu hidup manusia sangat terbatas. Hadis ini mengajarkan kita agar tidak membuang waktu untuk hal-hal yang sia-sia dan tidak mendatangkan pahala atau kebaikan.
Menjaga lisan dan perbuatan. Mengingatkan kita agar tidak ikut campur urusan pribadi orang lain yang bukan hak kita, serta menghindari obrolan yang tidak ada gunanya.
Cermin kebaikan iman. Kualitas keislaman seseorang dinilai baik jika ia mampu memilah mana hal yang berguna untuk dikerjakan dan mana hal yang tidak berguna untuk ditinggalkan.
Sebab Turunnya Hadis (Konteks)
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menyampaikan hadis ini sebagai bimbingan akhlak dan panduan hidup sehari-hari. Dalam pergaulan masyarakat, sering kali manusia tergoda untuk banyak membicarakan hal-hal yang tidak penting, mencari-cari tahu masalah orang lain, atau sibuk dengan hal-hal yang tidak memberi manfaat untuk masa depannya. Melalui hadis ini, Nabi mendidik para sahabat dan seluruh umat Islam agar memiliki pribadi yang bijaksana, tenang, dan selalu fokus melakukan kegiatan yang membawa manfaat nyata bagi dunia dan akhirat.
Kata-kata Pilihan
Kebaikan atau keindahan. Menunjukkan tingginya kualitas keimanan dan keluhuran akhlak seseorang.
Tindakannya meninggalkan atau menjauhi sesuatu secara sadar.
Tidak bermanfaat baginya atau bukan urusannya. Mencakup perkataan, tontonan, obrolan, maupun perbuatan yang tidak mendatangkan kebaikan untuk kehidupan duniawi maupun akhirat.